Belajar Memotret

Meski memiliki kamera DSLR dari pertengahan tahun 2010, baru 2-3 bulan terakhir ini saya mulai lebih serius menekuni hobi fotografi (rugi banget ya…). Dulu saya memotret, meski menggunakan kamera DSLR tapi masih point-and-shoot-minded; asal jepret dengan mode full auto. Kini mulai mencoba – coba mengutak-atik mode Manual atau Semi Manual dan rajin bereksperimen untuk mendapatkan foto sesuai dengan konsep yang saya inginkan.

Kamera yang saya beli adalah Canon 500D atau terkenal pula dengan nama EOS Rebel T1 yang sekarang sudah discontinue. Saya beli 1 paket bersama lensa kitnya; EF-S 18-55mm/ 3.5-5.6.

Dari seorang rekan senior, kita yang baru belajar fotografi, disarankan mulai dengan memaksimalkan penggunaan lensa kit untuk melatih insting dan meningkatkan skill memotret kita. Belajar memahami segitiga exposure; apa yang dimaksud dengan Shutter Speed, Apperture, ISO dan mengaplikasikannya diberbagai situasi & kondisi pengambilan foto. Kemudian mempelajari beberapa teknik fotografi seperti lighting, komposisi dan lain-lainnya sehingga foto yang kita ambil menjadi menarik, “hidup” dan tidak monoton.

Memang lensa kit adalah lensa dengan kualitas standard, namun itu bukan suatu alasan apabila foto yang kita ambil masih jauh dari kata memuaskan. Memang lensa kit memiliki keterbatasan, namun kita harus jujur bila belum mampu mendeteksi keterbatasan lensa tersebut, berarti kita masih perlu belajar lagi untuk meng-improve skill fotografi kita. Tidak perlu terburu-buru untuk mengganti lensa hanya karena terpengaruh iklan, promosi dan review tanpa kita pernah mempraktekkan/mengalami sendiri sejauh mana keterbatasan tersebut menghambat progress kita. Bukankah pengalaman adalah pelajaran yang berharga :)

By the way, Di internet, kita sering menemukan foto – foto bagus yang diambil dengan menggunakan lensa kit. Saya teringat satu komentar di salah satu situs menanggapi pertanyaan dari beberapa orang yang menanyakan kamera/lensa apa yang digunakan untuk menghasilkan foto – foto yang memukau yang diunggah oleh sipemilik foto.

“When my mother cooked a delicious food, I never asked what kind of stove she used to cook.”

Perumpamaan dalam komentar tersebut seolah menjadi sindiran untuk mereka yang menyukai ‘instant solution’ bahwa dengan berganti kamera atau lensa yang lebih canggih akan serta-merta menyulap mereka menjadi fotografer yang lebih baik. Kamera/lensa yang canggih memang mampu menghasilkan foto dengan kualitas terbaik. Tapi itu akan terjadi HANYA jika kita tahu bagaimana teknik/cara memotret yang benar. Dengan kata lain, sebuah kamera/lensa baru (meski lebih canggih) tidak serta-merta menyulap kita menjadi lebih hebat apabila kita malas mengasah kemampuan fotografi kita. Dan mengasah skill dan teknik fotografi tentu perlu waktu dan latihan. Perluaslah wawasan dengan membaca buku dan artikel fotografi yang bertebaran di internet, carilah inspirasi dari foto – foto para maestro, dan yang paling penting adalah mulailah praktek …shoot, shoot and shoot!

Yup, jepret, jepret dan jepret..!! Amati foto yang kita ambil dan lakukan analisa. Cari dimana celah yang perlu diperbaiki. Jangan malu meminta kritik dan masukan dari para senior dan jangan takut pula untuk bereksperimen.Lalu jepret & jepret lagi sampai memperoleh hasil yang lebih baik. Dengan belajar dan praktek, suatu saat kita akan mengetahui keterbatasan lensa kit dan pada titik itulah kita memiliki alasan untuk membeli lensa yang lebih baik dan tentunya cocok dengan bidang fotografi yang kita minati.

Demikian nasehat seorang rekan yang telah lebih dulu menekuni dunia fotografi ketika saya meminta masukan beliau untuk memulai belajar memotret.

Sebagai penutup, ada beberapa foto berikut yang saya ambil dengan lensa kit plus polarizing Circular filter.  Masih jauh dari kata bagus.. tapi lumayanlah untuk permulaan..hehehehe

Segala kritik, saran dan masukan saya terima dengan senang hati

Menanam padi di Cibeber - Banten

Menanam padi di Cibeber – Banten

Matahari terbit di Cikereai, Cilegon - Banten

Matahari terbit di Cikereai, Cilegon – Banten

Senja di Merak

Senja di Merak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s