Weekly Photo Challenge : Water Drop Project

Dengan memanfaatkan barang/alat seadanya di rumah; saya mencoba berlatih mengambil foto water drop. Tak harus beli perlengkapan mahal-mahal, gunakan barang sehari-hari yang tersedia….yang penting berlatih dan berlatih🙂

Peralatan yang digunakan :

–          Kamera Canon EOS 500D

–          Lensa kit 18-55mm/3.5-5.6 IS

–          Filter close up dioptri +10

–          Tripod : saya menggunakan Gorillapod

–          Cable release shutter (opsional)

Peralatan pendukung :

–          Lampu belajar dimana tiang lampu bersifat elastis

–          Emergency lamp 2 buah

–          bulb lampu 250 watt dipasangkan pada lampu belajar

–          Meja kecil sebagai alas

–          Piring/cawan berisi air

–          Pipet. Saya ganti dengan gelas plastik yang  alasnya saya tusuk  dengan jarum

–          Pena/paku untuk menentukan pre-fokus dimana posisi drop dijatuhkan.

Beberapa catatan :

–          3 lampu diatur sedemikian rupa agar memberikan cahaya yang memadai untuk pengambilan foto objek water drop ini. Saya taruh lampu belajar diatas piring/cawan, sedangkan emergency lamp diposisikan  dikedua sisi cawan, beberapa cm lebih tinggi dari permukaan cawan untuk memberi efek penerangan cukup. O ya, untuk diffusi cahaya dari samping, saya taruh kertas tisu diantara cawan dengan kedua emergency lamp tersebut.

–          Alasan menggunakan gorillapod adalah untuk fleksibilitas mengubah sudut pengambilan gambar dimana karena penggunaan filter close-up membutuhkan jarak yang sangat dekat antara lensa dengan objek

– pre-fokus ditentukan dahulu dengan membidik satu titik pada cawan air dimana kira – kira water drop dijatuhkan. Penggunaan paku (dicelupkan ke cawan sebagai titik yang dibidik) untuk memudahkan kamera menangkap fokus untuk kemudian setelah fokus, kamera saya ubah ke manual fokus.

Langkah – langkah :

–          Setting kamera : Manual

–          Shooting mode : Continuous shutter 10. Setelah shutter dipencet,  kamera akan otomatis jepret objek 10x berturut – turut.

–          Fokus : manual

–          White Balance :  Tungsten Light; untuk memberikan efek warna kebiruan.

–          Flash : off

–          Shutter Speed : 640 ( cukup untuk mem-freeze gerakan butiran air yg dijatuhkan )

–          F stop : 5.6 – 7.1 (Jika memungkinkan makin lebar, makin baik karena area ketajaman objek akan semakin luas)

–          ISO : 400

–          Setting parameter diatas ( ISO, Apperture & Shutter Speed) sangat tergantung dengan kondisi pencahayaan yang kita dapatkan. Idealnya semakin cepat shutter speed, semakin besar kemungkinan mem-freeze gerakan water drop. Demikian juga semakin kecil bukaan rana (Apperture) akan semakin lebar pula ruang tajam objek yang kita bidik. Sedangkan ISO kita gunakan serendah mungkin untuk menghindari noise yang timbul difoto.

Berikut hasilnya full size tanpa cropping …IMG_8757IMG_8815IMG_8818IMG_8831IMG_8990IMG_9009IMG_9025

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s